JABARCENNA.COM | Portal Berita Jabar Katanya



JabarCeNNa.com, Kuningan -- Dalam rangka meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah dasar, Pemerintah RI menggelontorkan dana DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2019 keseluruh Provinsi/Kabupaten/Kota yang ada di seruruh Indonesia.

Pemberian bantuan DAK merupakan kegiatan perbaikan/rehabilitasi dan/atau pembangunan ruang kelas baru, perpustakaan, ruang penunjang (jamban).

Anggaran DAK tahun 2019 yang di peruntukan untuk beberapa Kabupaten yang ada di Indonesia, untuk Pemerintah Kabupaten Kuningan di tahun 2019 menerima bantuan DAK dari Pemerintah RI dengan capaian Dana Alokasi Khusus yang diperuntukan bagi pengelolaan sarana prasarana TK, SD SMP dan SLB jumlahnya mencapai Rp.28.617.441.000,-.

Di Kabupaten Kuningan ada 120 Sekolah Dasar yang mendapatkan Dana Alokasi Khusus, Yang mana jumlah sekolah dasar di lingkup (SD) sebanyak 105 sekolah dan SMP sebanyak 15 sekolah yang mendapatkan bantuan DAK 2019. Salah satunya Sekolah Dasar Negeri 2 Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan yang mendapatkan bantuan DAK yang diperuntukan untuk rehab ruang perpustakaan.

Rehab Perpustakaan
SDN 2 Sukamulya, foto: Ist
Guna menelusuri kegiatan alokasi DAK 2019, tim Jabarcenna.com mencoba mendatangi salah satu sekolah dasar yang ada di kabupaten kuningan yaitu sekolah SDN 2 Sukamulya.

Dalam pembangunan rehab perpustakaan yang ada di sekolah SDN 2 Sukamulya sesuai pantauan jabarcenna.com, pembangunan tersebut diduga ada kesalahan pengalokasian. Pasalnya, pembangunan rehab perpustakaan yang ada di sekolah tersebut pada kenyataannya ruang yang sekarang sedang di rehab tersebut itu adalah ruang kelas.

Bila merujuk kepada sistem dan aturan yang ada, untuk mendapatkan bantuan DAK itu ada mekanisme yang harus ditempuh. Seperti halnya dimulai adanya usulan atau ajuan sesuai usulan DAPODIK yang di ajukan ke Kementerian, dan ketika perifikasi usulan tersebut di kaji oleh Dinas Pendidikan setempat bersama dengan tim konsultan.

Padahal, ketika usulan tersebut di ajukan kalau melihat dari estimasi aturan yang ada untuk mendapatkan rehab ruang perpus tersebut itu harus ada ruang perpus atau gambar pisik ruang perpus yang akan di rehab. Namun pada kenyataannya untuk SDN 2 Sukamulya selama ini sekolah tersebut pada paktanya tidak mempunyai ruang perpustakaan. 

Terkait hal tersebut, dikatakan Kepala Sekolah SDN 2 Sukamulya, Yuyun, dirinya mengatakan " saya rasa saya tidak bersalah, silahkan saja tanyakan ke Dinas Pendidikan dan Konsultan" ucap yuyun beberapa pekan lalu.

Lanjutnya, "wartawan hanya menakut-nakuti saja, saya hanya menjalankan apa yang didapat dari pemerintah, masalah tidak ada ruang perpustakaan silahkan tanya pada konsultan dan dinas saya tidak takut, dan bapak harus ikut bertanggungjawab bila terjadi seauatu kepada saya, karena saya punya penyakit jantung."sergah Yuyun.

Dilain tempat, dikatakan Kepala UPTD Cigugur, Susi, pihaknya merasa kaget terhadap laporan media ini terkait bantuan DAK yang diterima oleh SDN 2 Sukamulya yang tidak sesuai peruntukannya.

"saya baru mendengar, nanti saya langsung cek ke lokasidan hasilnya nanti saya sampaikan",katanya

Saya sebagai orangtua selalu mengingatkan kepada kepala sekolah, tetapi karakter dari tiap kepala sekolah kan tidak sama, untuk itu saya minta ke rekan-rekan media agar memakluminya"tuturnya.

Adanya permasalahan tersebut nyatanya menuai tanggapan dari Pemerhati Pendidikan Nasional Agus Situmeang, dikatakan Agus, masalah ini diduga ada mal data, bisa jadi data yang digunakan tidak sesuai dengan yang diajukan, misalnya, ruang kelas disulap jadi perpustakaan sehingga data yang dikirimpun hasil sulapan, ini dugaan kasus sangat menarik dan akan menjadi kajian dari pihak penegak hukum bila masalah ini dilaporkan. Siapa bertanggung jawab? Ucap Agus yang menyampaikan via telpon.


.Suradi/Iy


JabarCeNNa.com, Sukabumi -- Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Lailatul Ijtima Bulan Juni 2019 di Pendopo, Jumat (21/6/2019).

Pantauan Jabarcenna.com, Bupati Sukabumi Marwan Hamami beserta para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kemenag Sukabumi, para Camat, Ormas Islam Iqomah (Ikatan Qoriah Mubarokah), Biker Iqomah Community, BKPRMI Kab. Sukabumi dan elemen kepemudaan lainnya ikut hadir dalam acara lailatul ijtima.

Acara yang digagas oleh Bagian Sosial dan Keagamaan Setda Kabupaten Sukabumi melaksanakan tausiyah dengan penceramah dari ketua MUI Kecamatan Cireunghas Ustadz Yandi Lutfi.

Acara Lailatul Ijtima tersebut mengusung tema "Terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Raligius dan Mandiri". Menuju Sukabumi Lebih Baik.

Pada kesempatan itu, Bupati melepas kafilah STQ sebanyak 3 orang dan pembimbing 3 orang yang akan berlaga ke tingkat Nasional tanggal 27 Juni s/d 3 Juli 2019 di Pontianak-Kalimantan Barat, sekaligus memberikan uang kadeudeuh.


.Suhendi/Sri Nenkli

JabarCeNNa.com, Banjar -- Sekertaris Daerah Kota Banjar Ade Setiana mengapresiasi kinerja Polri khusunya Polres Banjar dalam mengamankan jalannya Pemilu di kota Banjar yang berjalan dengan aman dan kondusif.


"Kita apresiasi yang setinggi tingginya kepada Polres Banjar yang menjaga Kondusifitas Kota Banjar ," ujar Sekda, Jumat 21 Juni 2019. 

Ade juga mengimbau masyarakat agar tentunya mematuhi hukum yang berlaku dan menolak segala bentuk kerusuhan dimanapun dan dalam bentuk apapun karena sangat merugikan kita semua, "ungkapnya.

Dalam (HUT) Bhayangkara ke-73 tahun 2019, Ade memberikan ucapan selamat kepada institusi Polri. dengan Polri semangat promoternya tumbuh semakin baik menjadi institusi yang mengayomi dan melindungi masyarakat.

"Dengan semangat promoter pengabdian Polri untuk masyarakat bangsa dan negara dan tentunya kita jaga bersama persatuan dan kesatuan bangsa", tandasnya.


.Tm





JabarCeNNa.com, Sukabumi -- Pemdes Cikaret Kecamatan Kebon Pedes Kabupaten Sukabumi gelar kegiatan berupa pelatihan Kader Kesehatan di gedung aula Desa Cikaret Kec. Kebon Pedes Kab. Sukabumi, Jumat 21 Juni 2019.

Kegiatan Bimtek Kader Posyandu yang dilaksanakan tersebut, menggelar pelatihan kepada kader-kader kesehatan sesuai dengan APBDes dimana adanya kegiatan tersebut diharapkan peran serta kader posyandu agar lebih maksimal dan optimal dalam peningkatan derajat kesehatan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan bimtek kader kesehatan masyarakat tersebut diikuti sebanyak 50 orang kader posyandu dengan menghadirkan narasumber dari pihak Puskesmas Kebon Pedes. Dan acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekertaris Kecamatan Kebon Pedes, Enoh, SPd. I. MM.

Dikatakan Enoh kepada jabarcenna.com, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan masyarakat dan untuk dikembangkan kepada masyarakat di wilayah posyandu-nya masing-masing sehingga masyarakat dapat mengerti tentang kesehatan ditempat tinggalnya masing-masing. "ucapnya


.Suhendi/Erik S
Diberdayakan oleh Blogger.